teks berjalan

MARI KITA BERDAKWAH MELALUI DUNIA MAYA

Sabtu, 24 Desember 2011

Menjadi DAI yang professional

Pendidikan keagamaan merupakan salah satu kebutuhan setiap orang. Namun tidak semua orang bisa memperoleh pendidikan agama secara serius. Selain karena faktor lingkungan dan peran orang tua yang kurang mendukung, belum profesionalnya para dai dalam berdakwah kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu penyebabnya. Sehingga diperlukan pelatihan dan pembinaan dakwah terhadap para dai untuk melahirkan para dai yang profesional.


Demikian disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah-Universitas Muhaamdiyah Yogyakarta (IMM-UMY), Januar Rizqi ketika menjelaskan “Pelatihan Dai Profesional” yang diselenggarakan IMM bekerjasama dengan Corps Dakwah Pedesaan Jogjakarta (CDP) pada Sabtu-Minggu (6-7/2) di Kampus Terpadu UMY
.

Menurutnya, pendidikan keagamaan merupakan salah satu kebutuhan setiap individu terutama bagi para dai, dimana krisis multidimensi tak kunjung reda saat ini. Akan tetapi, tidak semua bisa memperoleh pendidikan agama secara serius.

Di samping itu, letak geografis juga berpengaruh terhadap suatu komunitas, khususnya dalam mengakses informasi. Komunitas tersebut umumnya pedesaan yang jauh dan terpencil. Terhambatnya dan terbatasnya input informasi menjadikan komunitas tersebut terasa kurang dalam pengetahuannya. Salah satu informasi tersebut adalah informasi keagamaan. “Keadaan tersebut dapat dimungkinkan adanya dai yang belum profesional dalam menjalankan tugas dakwahnya,” urainya

Rizqi menambahkan, bahkan, kurang profesionalnya para dai bisa disebabkan karena faktor kemampuan dakwahnya yang belum memadai. “Selain itu bisa juga disebabkan ketidaktahuan dai dalam strategi dakwah sehingga sasaran dakwah tidak sesuai target yang akan dicapai,” jelasnya.

Lebih lanjut Rizqi menguraikan pelatihan yang diselenggarakan ini sebagai upaya untuk menyediakan dai-dai yang siap melaksanakan pembinaan keagamaan terhadap masyarakat. “Berupaya agar nantinya dai-dai dapat melakukan pendampingan kegiatan keagamaan secara optimal, terencana, sistematis dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Moh. Thohir HM menambahkan, pelatihan dai akan diikuti oleh 150 peserta. “Peserta mulai dari kader IMM, CDP, mahasiswa serta terbuka untuk umum. Baik aktivis dakwah atau remaja masjid juga dapat mengikuti pelatihan dai ini,” tambahnya.

Para peserta akan diberikan pembinaan dan pembekalan tentang dakwah secara komprehensif. Selain itu para peserta juga akan diberikan motivasi, kiat dan kriteria menjadi dai professional melalui materi-materi yang sudah disediakan oleh narasumber.

“Materi-materi tersebut antara lain ‘Dakwah dan kiprahnya’ yang akan disampaikan ustad Ayarofin Arba, ‘Menjadi dai Profesional dan Muhasabah’ oleh ustad Puji Hartono, ‘Problematika dakwah dan Solusinya akan disampaikan ustad Makhroji Khudori, ustad Bilal Imam Majais akan menyampaikan ‘Model Pendampingan Masyarakat’, serta materi lain akan diampu oleh ustad W.R Lasiman” paparnya.

Mereka berharap melalui pelatihan dai tersebut akan melahirkan dai profesinal dalam menjalankan misi dakwahnya sehingga profesi dai tidak dianggap sebelah mata. “Kami juga berharap pelatihan ini dapat melahirkan dai-dai professional yang dapat membina dan mendampingi masyarakat dalam kegiatan keagamaan secara berkelanjutan,” ujar Rizqi.

Selain itu, program ini juga diharapkan memberikan kemudahan masyarakat dalam pembinaan agama, pendampingan menjalankan syariat agama secara berkesinambungan. “Ke depan, semoga program ini dapat menciptakan kemandirian masyarakat bina desa dalam bidang spiritual dengan lahirnya kader dakwah putra daerah yang siap membangun spiritual di daerahnya masing-masing,” tandas Rizqi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar